Kisah Tentang Manusia Raksasa Di Zaman Nabi Nuh AS Yang Bernama Auj Bin Anuq




Kisah Tentang Manusia Raksasa Di Zaman Nabi Nuh AS Yang Bernama Auj Bin Anuq, Kisah Tentang Manusia Raksasa Di Zaman Nabi Nuh As Yang Bernama Auj Bin Anuq, Alkisai berkata : " Sesungguhnya Anuq ibunya Auj adalah keturunan dari anak cucu Adam yang buruk rupa dan buruk pula bentuk tubuhnya, dia adalah tukang sihir yang mahir.Dia melahirkan Auj kemudian mati setelah 100 tahun dari kelahiran anaknya itu .

Kisah Tentang Manusia Raksasa Di Zaman Nabi Nuh As Yang Bernama Auj Bin Anuq
Kisah Tentang Manusia Raksasa Di Zaman Nabi Nuh As Yang Bernama Auj Bin Anuq 
Ketika manusia raksasa bernama Auj masih kecil dan mulai tumbuh dewasa, dan pertumbuhannya tidak seprti manusia-manusia pada seumurannya dan tumbuh tidak seperti manusia pada umumnya. Ia begitu cepat berkembang dan tumbuh menjadi raksa yang sangat tinggi dan ukuran tubuhnya mencapai 600 dziro', lebarnya juga sama , yaitu mencapai 600 dziro' ( ukuran dziro' zaman dahulu , yaitu sama dengan 1 1/2 dziro' sekarang ) .

Pada saat itu diceritakan bahwa Disaat badai banjir tufan dan banjir bandang tiba, banjir tersebut tidak bisa sampai pada lutut kakinya. Pada waktu ia duduk diatas gunung, ia dapat memasukkan tangannya ke dalam laut dan bisa mengambil beberapa ikan dari dalamnya tersebut , serta bisa memanggang ikan tadi di teriknya matahari . Disaat ia marah maka seluruh penduduk desa ia kencingi dan membuat mereka tenggelam didalamnya .

Dikisahkan juga bahwa ia memperdayakan penduduk desa . Maka para penduduk berkata padanya : "Kami akan membuatkanmu baju dan kami tidak akan mengambil harganya kecuali setelah 1 tahun". Kemudian semua warga desa keluar untuk membuatkan sebuah baju dari kapas dan memakaikannya pada Auj , setelah itu selesai Auj pergi dari penduduk desa tersebut untuk menjauh. Pada waktu teringat akan janjinya dan ia ingin melewati perkampungan tersebut, Maka ia langsung cepat-cepat lari menjauh karena takut ditagih hutangnya pada penduduk desa tersebut yang telah membuatkan baju padanya.

Dikisahkan pula bahwa Auj hidup dapat bertahan selama 4.500 tahun, sampai-sampai ia dapat menjumpai Nabi Musa dalam masa hidupnya. Ketika Nabi Musa memasuki tanah Tih beserta rombongan kaumnya Bani Israil , Auj ingin membinasakan mereka. Kemudian Auj mendatangi tentara Musa untuk mengetahui seberapa kuat kekuatan tentara bani israel

Dan pada suatu saat Auj mendapatkan kesempatan, maka ia mencabut gunung dan menggendong gunung tersebut diatas kepalanya, Kemudian ia mendatangi Nabi Musa untuk memukul mundur tentara musa. Akan tetapi usaha tersebut gagal karena Allah mengutus burung bernama hudhud dan menjadikan burung hudhud itu mempunyai paruh besi, kemudian burung tersebut turun ke batu itu dan memaruhnya hingga berlubang. kemudian batu tersebut jatuh keleher Auj dan membelenggunya sehingga ia tak berkutik lagi.

Disaat itu pula Musa melihat kejadian itu maka Musa mendekat mendekat pada Auj dan memukulnya dengan tongkat yang dimilikinya. Kemudian Nabi Musa melompat ke udara akan tetapi pukulan Musa tidak sampai mengenai lutut Auj. Namun pukulan Musa sangat kuat dan menghantam Auj seketika itu Auj terjatuh dan mati tergeletak ditempat yang sangay luas.

Diceritakan pula bahwa di Gunung Tatri ada sebuah sungai yg bernama Tho'i, disana ada jembatan yang besar, dikabarkan bahwa jembatan tersebut berasal dari tulang iganya Auj Bin Anuq dan hal ini termasuk dalam keajaiban dunia .

Imam Alkisai berkata : "Disaat Allah telah memberi wahyu pada Nuh bahwa yang sanggup menggendong kayu adalah Auj dari kufah menuju desa didaerah Bagdad yang bernama Hairoh,Maka Nuh mendatangi Auj dan memintanya untuk menggendong kayu tersebut .

"Dan kemudian Auj berkata : "Aku tidak akan mau menggendongnya untukmu sehingga kamu mengenyangkan perutku dengan roti .

"Diwaktu itu Nabi Nuh membawa 3 potong roti yang terbuat dari gandum dan memberikannya pada Auj 1 iris dari potongan roti tersebut dan berkata :" Makanlah roti ini ."

Lalu Auj tertawa dan berkata : "Seumpama gunung ini jadi roti , itu pun tidak akan bisa mengenyangkan perutku , bagaimana mungkin aku bisa kenyang hanya dengan irisan roti ini ?"

Baca juga:

Kemudian Nuh memotong lagi irisan roti tersebut dan berkata pada auj :" ucapkanlah BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM , "Lalu : " Makanlah . "kemudian Auj memakannya, lalu Nuh memberinya seiris potongan roti lagi. Akan tetapi ia menolak karena sudah merasa kenyang dengan memakan setengah irisan roti tadi dan tidak mampu untuk memakannya lagi. Dan setelah itu Auj menggendong semua kayu mulai dari Kufah sampai Hairoh dengan sekali muatan. WALLOHU A'LAM .



loading...