Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Amalan dengan Pahala Luar Biasa di Bulan Rajab

Amalan dengan Pahala Luar Biasa di Bulan Rajab

Amalan dengan Pahala Luar Biasa di Bulan Rajab


Sabda Rasulullah SAW


Bulan Rajab adalah Bulannya Allah SWT


Biasanya para ulama’ sholafussholeh mengamalkan Amalan sunnah di bulan Rajab, adapun amalan puasa Rajab yang mengandung pahala yang banyak adalah sebagai berikut ;

1. Barangsiapa yang berpuasa tanggal 1, 2, 3 Rajab maka Pahalanya mendapatkan ke-Ridhaan serta kemuliaan di sisi ALLAH SWT
2. Barangsiapa yang berPuasa 5 hari maka Doa’nya akan dikabulkan ALLAH SWT
3. Barangsiapa yang berPuasa 7 hari maka akan di-Tutup 7 Pintu Neraka
4. Barangsiapa yang berPuasa 8 hari maka d’Bukakan 8 Pintu Surga
5. Barangsiapa yang berPuasa 15 hari maka di-ampuni Dosa-dosa yang lalu dan mengganti kejahatannya dengan Kebaikan di sisi ALLAH SWT
6. Barangsiapa yang berPuasa tanggal 27 Rajab maka Pahalanya seperti 5 Tahun ber-Puasa

Adapun niat puasa Rajab adalah :


NAWAITU SHAUMA RAJAB LILLAHI TA’ALAA

(Saya Niat Puasa Sunnah Rajab karena LILLAHI TA’ALAA)


Amalan Wiridan di Bulan Rajab


  • Membaca: Robbighfirli Warhamni Watub Alayya (70x tiap Pagi & Sore)
  • Pada tanggal 1 sampai dengan 10 Rajab, membaca: SubhaanallahiL Hayyil Qoyyum (100x)
  • Tanggal 11 sampai dengan 20 Rajab, membaca: SubhaanallahiL Ahadish’Shomad (100x)
  • Tanggal 21 sampai dengan 30 Rajab, membaca: Subhaanallahir Rouuf (100x)
  • Membaca Surat Al-Ikhlas (11x)
  • Membaca: Ahmadu Rasulullah wa’Muhammadu Rasulullah (35x d’Hari Jum’at terakhir Bulan Rajab)

Sabda Rasulullah SAW:


“Pada Malam MI’RAJ, Saya (SAW) melihat Sungai yang Airnya lebih Manis dari Madu, lebih Sejuk dari Air Batu, lebih Harum dari Minyak Wangi dan Saya (SAW) berkata kepada JIBRIL AS

“Wahai JIBRIL, untuk Siapakah Sungai ini..?

Maka JIBRIL AS menjawab:

“Sungai ini adalah untuk Umat-Mu yang bershalawat kepada-Mu di-Bulan RAJAB

Semoga kita bisa menjalankan nya…aamiin…

Sumber : Kitab Tabyinul Ujub bi Ma Warada fi Fadli Rajab, dan buku Lathaiful Ma’arif