Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Petani Adalah Orang Yang Selalu Berkomunikasi Dengan Allah

Petani Adalah Orang Yang Selalu Berkomunikasi Dengan Allah


Petani Adalah Orang Yang Selalu Berkomunikasi Dengan Allah

Ketua Umum Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa hanya sedikit petani yang memiliki tanah, karena kebanyakan dari mereka adalah buruh tani. “Paling banter penggarap (tanah), tapi yang paling banyak ya buruh tani,” jelas Kiai Said saat memberikan sambutan saat acara Rembug Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) di Hotel Acasia, Jakarta, pada Jumat, (15/4).

Ia menilai bahwa petani itu memiliki watak yang ulet, rajin, tidak putus asa, dan optimis dengan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah. “Begitu menanam, (mereka) langsung menyerahkan segalanya kepada Allah, selalu berdoa dengan Allah, selalu komunikasi dengan Allah,” terangnya.

Menurutnya, ada tiga hal yang sangat diperlukan oleh seorang petani, yaitu air, bibit, dan pupuk. Kalau seandainya ketiganya tersebut bisa diperoleh oleh petani dengan mudah, maka petani kita akan lebih sejahtera.


Kiai Said meminta petani Nahdliyin untuk bersikap jujur terkait dengan batas tanah. Baginya, banyak pihak yang mengubah batas tanah bahkan mencaplok tanah yang bukan miliknya. “Ini (pencaplokan tanah) sudah diwanti-wanti Rasulullah 14 abad yang lalu. Laknatullah alaihim,” katanya.

“Tunjukkan bahwa petani Nahdlatul Ulama adalah petani yang jujur. Tunjukkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kiai Said mengutip apa yang disampaikan KH Maimoen Zubair bahwa Islam Nusantara itu diumpakan sebagai padi. Karena padi memiliki banyak bulir dan dari bulir tersebut terdapat butir-butir padi.

LPPNU, imbuh Kiai Said, adalah lembaga yang sangat penting karena bersinggungan langsung dengan petani yang mayoritasnya adalah warga NU.

“Oleh karena itu saya percayakan kepada pak Marwan (Ketua LPPNU dan yang juga menjabat sebagai Menteri Desa),” katanya.

Kiai Said berharap acara ini bisa menjadi ajang konsolidasi bagi pengurus dan ia juga berharap agar LPPNU bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah, lembaga swasta, maupun pihak mana saja yang memiliki niat yang baik untuk meningkatkan pertanian warga Nahdliyin.

“Asal semuanya berangkat dari niat yang baik. Dengan siapa saja (kita kerjasama), tidak usah pilih-pilih,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus/NU Online)