Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mulai Sekarang Jangan Biasakan Minum Teh Saat Masih Panas, Peneliti Beberkan Bahayanya!

Sebuah peringatan bagi pencinta teh.

Mulai Sekarang Jangan Biasakan Minum Teh Saat Masih Panas, Peneliti Beberkan Bahayanya!

Biarkan teh kamu agak dingin sedikit sebelum meminumnya.

Penelitian di China menyimpulkan, kebiasaan itu bisa meningkatkan risiko penyakit kanker esofagus.

Orang yang senang mengonsumsi teh panas, ditambah dengan punya kebiasaan merokok dan minum alkohol, risikonya 5 kali lipat menderita kanker esofagus (kerongkongan).

Seberapa panaskah minuman yang dianggap berbahaya?

Ternyata menurut Dr. Jun Lv, ahli epidemiologi di Peking University Health Science Center, Beijing, adalah yang suhunya 65 derajat celcius.

China merupakan negara dengan jumlah penderita kankeresofagus tertinggi di dunia.

Penelitian itu juga menunjukkan, kebiasaan minum teh panas meningkatkan risiko kanker esofagus jenis karsinoma sel squamous.

Walau para ahli belum mengetahui bagaimana kaitan antara minuman panas dengan kanker, tetapi ada dugaan bahwa sering meminum cairan panas akan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sel-sel di dinding bagian kerongkongan.

Selain minuman panas, kebiasaan merokok dan minum alkohol, juga akan merusak DNA pada sel di esofagus.

Penelitian itu dilakukan dengan menganalisa data dari 456.000 orang berusia 30-79 tahun di China.

Pada awal studi para responden diminta mengisi kuesioner tentang kebiasaan minum teh, seberapa sering, jenis tehnya, dan juga bagaimana mereka menyiapkan tehnya.

Termasuk juga pertanyaan tentang suhu minuman mereka, apakah panas atau dingin.

Meski ada kaitan antara konsumsi teh panas dengan kanker, tetapi kita tak perlu takut berlebihan.

Peneliti menggarisbawahi bahwa risiko kanker akan meningkat 5 kali lipat jika kita juga merokok dan minum alkohol.

"Tetapi pada perokok, sebaiknya hindari kebiasaan minum teh panas,' kata Lv.