Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Aneh Tapi Nyata! Kaki Dan Tangan Lelaki Ini Lumpuh Usai Menzalimi Istri Sendiri

Saya seorang wiraswastawan (30) punya seorang istri dan dua orang putra. Selama ini, kehidupan rumah tangga kami tentram, ekonomi pun terbilang cukup. Kami tidak pernah punya masalah yang serius, kalaupun ada masalah, kami selalu menyelesaikannya secara musyawarah.

Aneh Tapi Nyata! Kaki Dan Tangan Lelaki Ini Lumpuh Usai Menzalimi Istri Sendiri

Hingga suatu hari, aku sempat kesal pada istri, pasalnya ketika aku baru saja datang dari bepergian ke luar kota, istriku yang mendapat pengaduan dari seseorang, langsung menuduhku telah berbuah selingkuh dengan perempuan tetangga desa, Ratih (nama samaran).

Mendapat ucapan yang tidak mengenakan, lebih-lebih kondisiku masih sangat capek, spontan emosiku naik. Tanpa sadar, aku langsung menampar pipi istriku, kemudian memukulnya dengan alat penggorengan yang terbuat dari besi yang kebetulan dibawa anakku.

Belum puas hati ini, akupun menendangnya hingga ia terjatuh. Sembari menangis, istriku langsung lari ke rumah orang tuanya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal kami. Melihat hal itu, aku yang sedang kalap membiarkannya begitu saja.

Tiga hari berlalu, istriku belum juga mau pulang ke rumah. Aku telah mencoba mendatanginya dan memohon maaf, tetapi ia tidak menggubrisku, bahkan mertuaku menginginkan agar aku menceraikan istriku. Tentu saja, aku tak mau, karena terus terang, aku masih sangat mencintainya.

Pada malam keempat, ketika aku mau bangun tidur, tiba-tiba kaki dan tanganku tak bisa digerakkan, lemas dan tak berdaya. Aku pun hanya terbaring meratapi apa yang terjadi pada diriku.

Mengetahui aku lama tidak keluar dari rumah, adik iparku yang tinggal bersebelahan memanggil-manggil namaku. Anehnya, meski kaki dan tanganku seperti lumpuh dan tidak bertenaga atau tidak bisa digerakkan, namun aku masih bisa berbicara.

Mendengar adikku memanggil, aku pun berteriak meminta tolong. Lalu, ia mendobrak pintu dan kamar hingga ia mendapatiku sedang terbaring tak berdaya.

Akupun menceritakan apa yang aku alami. Saat itulah, aku teringat istriku dan apa yang telah aku perbuat padanya. Aku berfikir bahwa ini semua balasan dari Allah SWT. kepadaku, yang telah berlaku zalim pada istriku. Kemudian aku menyuruh adik iparku untuk segera memanggil istriku dan mengajaknya pulang.

Aku ingin minta maaf padanya. Setelah mendengar apa yang menimpa diriku, akhirnya ia mau pulang. Sampai di hadapanku ia hanya diam dan termangu memandangiku. Aku melihat luka di wajah istriku belum membaik.

Sambil menangis aku mengatakan penyesalan dan permintaan maaf atas apa yang aku lakukan padanya. Aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Istriku pun memaafkanku dan ia pun memelukku dan meminta maaf pula atas tuduhannya yang belum tentu benar dan tidaknya.

Atas usaha istriku, aku dibawa ke ahli spesialis urut, cukup lama juga aku menjalani terapi penyembuhan kurang lebih 1 tahun lamanya. Alhamdulillah, usaha itu membuahkan hasil. Lambat laun kaki dan tanganku dapat digerakkan dan sekarang kembali normal.

Aku berinisiatif menulis pengalaman ini agar bisa menjadi pelajaran untuk para suami agar tidak suka main tangan kepada para istri mereka. Semoga kisahku ini bisa menjadi pelajaran untuk Sahabat semua yang membaca kisah ini.