Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Yang Disunnahkan Ketika Melihat Iringan Jenazah, Jangan Sampai Tak Tahu!

Sebagai muslim, apakah yang akan kita lakukan jika kita melihat iring-iringan jenazah?

Punya Masalah Nyeri Tulang dan Persendian? Konsumsilah Buah Ini,Khasiatnya Sungguh Luar Biasa

Kematian itu sebuah keniscayaan. Setiap makhluk hidup pasti akan mati. Sebab kehidupan menuntut akhir, dan sebuah akhir dari kehidupan adalah kematian. Tapi, kematian merupakan awal dari kehidupan di akhirat kelak, sehingga kehidupan di dunia yang fana ini menjadi ajang perjuangan umat manusia untuk menorehkan segala amal kebaikan.

Tak salah, berita kematian bisa jadi nasehat bagi orang yang masih hidup. Sebab kematian selayak lonceng hati yang mampu menyeret emosi orang, lantaran ditinggal mati orang yang dicintai. Sebaliknya, kematian itu meniupkan sebuah pesan: peringatan mengingat kematian.

EMPAT KEWAJIBAN

Tapi kematian itu tak harus disesali tiada henti. Ajaran Islam mewajibkan setiap umat Islam untuk merawat jenazah dengan baik, karena sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Ada empat kewajiban bagi setiap muslim terhadap jenazah (sesama muslim): memandikan, mengkafani, menshalati dan terakhir menguburkan.

Detik-detik terakhir paling mendebarkan terjadi saat jenazah diusung ke tempat pemakaman. Maka, setelah jenazah itu dimandikan, dikafani dan dishalati, lalu diusung ke pemakaman.

Sebelum jenazah diberangkatkan ke pemakaman, lazim digelar upacara singkat sebagai pelepasan. Dalam upacara itu, wakil dari keluarga almarhum biasanya memohon kepada pentakziah yang hadir untuk memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum yang pernah diperbuatnya semasa hidup.

Selain itu, pihak keluarga juga memberitahu kepada para hadirin untuk segera membereskan ihwal hutang piutang almarhum sekiranya ada, sebab hak dan kewajiban si mayit beralih ke orang-orang yang menjadi ahli warisnya. Terakhir adalah penyampaian mau'izhah hasanah (nasehat yang baik).

Setelah upacara pelepasan usai, jenazah pun diusung ke pemakaman. Nabi Muhammad Saw sendiri menghimbau umatnya untuk memberangkatkan jenazah dengan segera ke tempat pemakamannya. Hal itu sebagaimana sabda Nabi, dari Abi Hurairah, ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda,

"Hendaklah kamu segera bawa jenazah itu, karena jika ia orang shaleh, maka kamu melekaskannya kepada kebaikan, tetapi jika ia bukan orang shaleh, maka supaya kejahatannya itu lekas terbuang dari tanggungannya."

SUNNAH UNTUK BERDIRI

Tak jarang, iring-iringan Jenazah itu harus menempuh jarak yang lumayah jauh, tergantung jarak rumah almarhum dengan tempat pemakamannya. Dalam prosesi itu, iring-iringan jenazah kemungkinan besar melewati jalan raya, perkampungan atau kerumunan orang.

Maka, sepanjang jalan jika orang melihat jenazah lewat, sebagaimana disunnahkan Nabi, hendaklah memberi penghormatan dengan cara berdiri sambil mengucapkan kalimat tarji' (innalillahi wa inna ilaihi rojiun)

Penghormatan itu, ternyata tak hanya berlaku untuk jenazah muslim. melainkan juga berlaku bagi jenazah non-muslim. Karena itu, sebagaimana disabdakan Rasulullah dalam riwayat Amir bin Rabiah ra., ia berkata:: Rasulullah bersabda, "Apabila kalian melihat iringan jenazah, maka berdirilah untuk menghormatinya sampai iringan jenazah lewat meninggalkan kalian atau sampai diletakkan ke dalam kubur." (HR Muslim).