Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Balada Keong Sawah, Makanan Berprotein Tinggi yang Malah Meracuni Masyarakat Indonesia

Disebut-sebut sebagai makanan yang kaya akan kandungan gizi, keong sawah kini menjadi buah bibir karena menyebabkan puluhan orang keracunan. Mirisnya, korban-korban tersebut datang dari anak-anak yang berusia sekitar 10 hingga 15 tahun. Sisanya merupakan orang dewasa. Alhasil, muncullah sebuah pertanyaan, benarkah keong sawah itu beracun?

Balada Keong Sawah, Makanan Berprotein Tinggi yang Malah Meracuni Masyarakat Indonesia

Pertanyaan di atas bisa benar, namun juga salah. Menurut ahli gizi, Jansen Ongko yang dilansir dari cnnindonesia.com, keong sawah mengandung protein dengan komposisi asam amino lengkap yakni asam amino esensial dan non-esensial.

Konsumsinya pun tak sembarangan. Salah-salah, kamu bisa ikut menjadi korban keracunan seperti peristiwa di atas.

Jeli membedakan antara keong yang beracun dan aman untuk dikonsumsi

Keong sawah sejatinya merupakan hama padi yang mudah didapatkan. Namun, hewan satu ini terdiri dari dua jenis antara yang berbahaya untuk dimakan dan aman dikonsumsi. Jenis yang beracun adalah keong mas, dimana hewan ini memiliki cangkang atau rumah yang berwarna keemasan. Untuk yang aman dikonsumsi, ciri-ciri cangkangnya berwarna sedikit kehijauan atau kehitaman. Hewan ini juga disebut sebagi tutut yang kerap dijual sebagai sajian kuliner.

Cara masak yang salah bisa menjadi penyebab munculnya racun

Menurut informasi yang diansir dari republika.co.id, penyebab keong sawah yang meracuni masyarakat adalah cara masak yang salah. Daging yang baru, dicampur dengan sisa keong lama. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan kontaminasi dan menyebarnya bakteri yang meracuni tubuh.

Kandungan gizi akan didapat jika diolah dengan tepat

Sebelum dimasak, keong sawah harus dibersihkan terlebih dahulu dari lumpur atau tanah yang menempel. Kemudian, rendam selama lima menit di dalam air. Setelah bersih, keong sawah kemudian direbus selama 5-7 menit. Setelah matang, daging siap untuk dinikmati.

Bisa juga dengan cara ditumis maupun dicampur dengan daging lainnya untuk mendapatkan kandungan karbohidrat yang tinggi. Ada banyak olahan keong sawah yang dimasak menjadi kuliner yang lezat. Intinya, perhatikan cara memasak agar tidak berbahaya setelah dikonsumsi.

Kandungan gizi dalam tubuh keong sawah

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Journal of Environmental Science, Toxicology, and Food Technology pada Januari 2013 silam, keong sawah ternyata mempunyai gizi yang sangat baik untuk tubuh. Kandungan kalsiumnya bahkan lebih besar dari susu. Saat dianalisa lebih jauh, keong sawah mempunyai komposisi air sebanyak 76, 32 persen dan kandungan protein sebesar 10,40 persen. Ada juga kandungan mineral dengan takaran fosfor 60,52 mg, kalsium 129,18 mg, potasium 71, 13 mg, zat besi 10,90 mg, sodium 0,04 mg, magnesium 31,19 mg, dan zinc 1,31 mg. Semuanya dalam skala per 100 gram.

Bisa Menjadi makanan alternatif yang murah

Keong sawah ternyata bisa menjadi alternatif yang murah untuk memenuhi kebutuhan protein. Selain mengandung gizi yang tinggi, hewan ini juga mudah didapatkan. Terutama saat musim hujan dan pada waktu masa panen padi tiba.

Banyak orang yang enggan menyantap karena fisiknya yang kenyal, berlendir dan tak meyakinkan untuk dimakan. Padahal, keong sawah merupakan makanan yang mewah di negara Eropa. Salah satunya restoran asal Perancis yang bernama L’Escargot Montorgueil.

Meski terlanjur diberitakan secara negatif, keong sawah ternyata memiliki kandungan gizi yang tinggi. Keberadaannya juga bisa digunakan sebagai makanan alternatif pengganti daging hewani lainnya. Justru karena pengolahan yang salah, keong sawah bisa menjadi racun yang mematikan bagi tubuh. Hati-hati ya!