Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Deretan Pekerjaan Para Terduga Teroris, Dari Jualan Kebab, Pembuat Sabun Hingga PNS Kemenag

Penangkapan teroris sejumlah daerah di Indonesia menemukan fakta bahwa para teroris tersebut bekerja di lingkungan biasa atau masyarakat pada umumnya.

Deretan Pekerjaan Para Terduga Teroris, Dari Jualan Kebab, Pembuat Sabun Hingga PNS Kemenag

Dilansir dari berbagai sumber, ada istri terduga teroris yang tertembak mati merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementrian Agama.

Berikut ini rangkuman beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh terduga teroris.

1. Pengusaha Minyak

Polisi akhirnya mengungkap identitas pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa Pelaku bernama Dita Supriyanto merupakan anggota dari Jemaah Ansharut Daulah (JAD) di Surabaya.

Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya (ist/sumber kepolisian)Kelompok JAD merupakan jaringan dari ISIS yang berada di Indonesia.

"Dita adalah Ketua JAD (Jaringan Ansarut Daulah) Surabaya.

Jaringan ini kaitannya dengan JAT (Jaringan Ansarut Tauhid).

Keduanya terkait dengan ISIS," kata Tito.

Berdasarkan keterangan tetangga, Dita merupakan pengusaha minyak jintan hitam, minyak kemiri, dan minyak wijen.

Dita juga pernah diprotes warga setempat karena limbah yang dihasilkan berbau menyengat.

Produk minyak dari Dita tersebut dipasarkan melalui dunia maya.

Harga minyak ini ditawarkan Ro 80 ribu per liter.

Dari iklan yang ditawarkan Dita, minyak tersebut diklaim bisa mengobati berbagai masalah kesehatan seperti masalah pada rambut hingga penyakit dalam seperti diabetes.

2. Penjual Kebab

Tertangkapnya Anton, terduga teroris yang tertangkap di Tangerang membuat rekan kerjanya sesama penjual kebab turki kaget.

Fahri (25) dan Jay (26), memberikan keterangannya terkait penangkapan rekannya bernama Anton yang diduga teroris.

"Dia (Anton) itu pendiam, tertutup, tapi kadang royal juga dia sama teman. Kalau punya makanan, dia kadang berbagi," kata Fahri kepada wartawan di Jalan Delima, Kunciran, Pinang, Kota Tanggerang, Rabu (16/5/2018).

Fahri dan Jay menempati mess yang sama, sementara Anton menempati kamar yang berbeda sendirian.

"Pokoknya kita kalau ngobrol cuma nanya jualan apa nggak. Sudah, gitu doang. Dia juga orangnya tertutup, pendiam," tambah Fahri dan Jay.

Fahri dan Jay mengaku tidak tahu menahu soal keseharian Anton, mereka hanya tahu Anton menggelar dagangannya pukul 16.00 hingga 22.00 di daerah Bintaro.

3. Pembuat Deterjen

Terduga teroris yang di tembak mati di Puri Maharani blok A4/11, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo berprofesi sebagai pembuat sabun deterjen.

Hal tersebut diungkapkan oleh tetangganya yang tinggal dekat dengan rumah terduga teroris yang bernama Budi Satrio tersebut.

"Saya tahu Pak Budi orangnya pintar, dia lulusan Teknik Kimia ITS," ujar Ari Hendra, tetangga terduga teroris, Senin (14/5/2018).

Hal ini juga dibenarkan Supardi, Ketua RT 18/RW 5 Puri Maharani.

Menurut Supardi, Budi menekuni home industry sabun di rumahnya.

Budi dan istrinya telah menempati rumah tersebut sejak 2006 dan belum dikaruniai putra.

Sedangkan istri Budi merupakan pegawai pemerintahan.

4. PNS Kemenag

Istri Budi Satriyo terduga teroris yang ditangkap di Sukodono, Sidoarjo merupakan PNS di Kementrian Agama.

Hal ini disampaikan para tetangga dekat rumahnya.

Belum diketahui pasti apakah WQ, istri Budi juga terkait dengan penangkapan suaminya yang menjadi terduga teroris tersebut.

Menteri Agama, Lukman Hakim memang membenarkan status PNS yang dijalani oleh istri Budi.

"Kami telah menerjunkan tim ke Surabaya, tim dari inspektorat jenderal, dan betul bahwa berita itu terkonfimasi," ujar Lukman di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurut Lukman, saat ini WQ sudah diamankan pihak berwajib dan Kementrian Agama akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian akan keterkaitannya.

Bagi Kemenag kejadian ini akan menajdi pelajaran ke depannya untuk agar lebih waspada dan memastikan PNS nya tidak terlibat terorisme.

5. Pengusaha Alumunium

Tri Murtiono pelaku peledakan Mapolrestabes Surabaya yang mengajak satu keluarganya ternyata merupakan pengusaha aluminum.

Tri Murtiono sempat memesan air pada Kasida pada Minggu (13/5/2018).

Namun Kasida baru sempat mengantarkan di Hari Seninnya.

Saat mengantarkan air, Kasida sempat menanyakan perilah pekerjaan Tri Murtiono.

"Ya saya tanya tentang asal dan pekerjaan, dia bilang pekerjaannya usaha almunium, perabotan rumah tangga," kata Kasida.

Saat berbincang dengan Tri, Kasida juga sempat diceramahi dan diberikan sedikit pengertian mengenai agama dan kehidupan Tri.