Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Disebut Ulama Iblis, Begini Reaksi Ustaz Abdul Somad

Ulama kondang Ustaz Abdul Somad menanggapi dingin postingan Rudy Ian di Facebook yang menyebut dirinya sebagai ulama Iblis.

Disebut Ulama Iblis, Begini Reaksi Ustadz Abdul Somad

Bukannya marah, Abdul Somad justru mendoakan agar Rudi mendapat hidayah dari Allah SWT. Ulama lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir itu menyebut Rudy tidak paham sehingga melontarkan pernyataan kasar.

“Ya Allah berilah kaumku hidayah karena mereka tidak mengerti,” tulis Ustadz Abdul Somad di laman Faceboknya seraya memposting ulang status Rudy Ian, Rabu (23/5/2018).

Postingan dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau ini telah disukai 10 ribu orang dan dibagikan 1.514 kali serta dikomentari 1.700 pengguna Facebook.

“Ucapan dan perbuatan seseorang itu sejatinya dia ga sadar bahwa itulah dia yg sesungguhnya.semoga segera bertaubat dan minta maaf langsung dengan guru kita UAS Lc MA. Gunakanlah mesdos sebaik mungkin karena kalo sudah begini. Umat islam akan mencari sampai keakarnya karena sudah menghina Ulama kita,” komentar Wahyuni Nany.

“Kalau hukum tebang pilih akibatnya begini, mari kita kuatkan persatuan umat Islam agar tidak lagi, lemah secara politik, hukum dan ekonomi,” imbuh Mohammad Nafir.

“Semoga UAS diberi hati yang lapang sehat dan panjang umur yang barokah terus berjuang bersama untuk menyatukan umat Islam,” tambahnya.

Sebelumnya, pengguna Facebook bernama Rudy Ian membuat status kontroversi terkait 200 ulama yang direkomendasikan Kementerian Agama (Kemenag).

Rudi memposting foto Ustaz Abdul Somad yang tidak masuk dalam daftar 200 mubaligh layak ceramah. Ia mengaku senang lantaran Abdul Somad tidak masuk dalam daftar tersebut. Bahkan Rudi menyebut Ustaz Abdul Somad sebagai iblis.

“Alhamdulillah.. iblis ini tdk masuk dlm dftar 200 mubalik menteri agama,” tulisa Rudi di akun Facebook pribadinya, Selasa, 22 Mei 2018 pukul 07.26 WIB.

Seperti diketahui, Kemenag telah merilis 200 mubaligh layak ceramah beberapa waktu lalu. Sejumlah ulama kondang tak masuk dalam daftar tersebut, salah satunya Ustadz Abdul Somad.

Menteri Agama Lukman Hakim Saufuddin mengatakan 200 nama itu bersifat sementara dan diumumkan berdasarkan tiga indikator utama.

Pertama, mereka memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam. Kedua, punya pengalaman yang cukup dalam berceramah.

“Menjadi penceramah tidak hanya penguasaan konten tapi keterampilan dalam menyampaikan isi pesan ke masyarakat,” katanya.

Indikator ketiga, terbukti bahwa yang bersangkutan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.