Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Komentar Seperti Ini Di FB, Pilot Garuda Indonesia Bergaji 71 JutaPerbulan Ini Langsung Dipecat

Gaji pilot Garuda Indonesia yang paling tinggi di Indonesia tidak membuat Oxky Gavalbia Thaib berhati-hati mengeluarkan uneg-unegnya di media sosial. Tak tanggung-tanggung gaji mereka sebesar Rp 71 juta sebulan.

Komentar Seperti Ini Di FB, Pilot Garuda Indonesia Bergaji 71 Juta Perbulan Ini Langsung Dipecat

Namun ini tidak diindahkan oleh Oxky. Hanya dengan satu tombol dari jemarinya, dia harus menerima fakta tidak bisa menerima gaji tinggi itu lagi.

Dia dinonaktifkan sebagai pilot di maskapai Garuda Indonesia.

Celakanya postingan Oxky menyangkut isu sensitif yang belakangan ini terjadi di Indonesia yakni soal aksi terorisme bom bunuh diri di Surabaya.

Menariknya Oxky hanya mengomentari dengan komentar: dudududuuuuu dengan menge-shere sebuah postingan pemilik akun bernama Sofyan. Sofyan menyebut keluarga Dita, pelaku bom bunuh diri di Surabaya, sebagai korban.

Manajemen Garuda Indonesia secara resmi menonaktifkan oknum pilot mereka yang diduga mem-posting pemberitaan tertentu mengenai terorisme, beberapa waktu lalu.

Keputusan tersebut dilakukan pada Jumat (18/5/2018) kemarin.

"Selanjutnya, oknum pilot tersebut akan kami investigasi lebih lanjut tentang apakah hal tersebut benar dan perihal motif serta latar belakang terkait postingan di media sosial tersebut," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/5/2018).

Selain menyelidiki seputar postingan yang dimaksud, Garuda Indonesia juga mencari tahu lebih lanjut apa hubungan antara oknum pilot itu dengan seorang perempuan yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Jika didapati bukti yang memadai, Hengki memastikan manajemen akan menindaknya sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

"Kami pastikan pilot tersebut akan ditindak sesuai kebijakan perusahaan, sekiranya ditemukan indikasi terkait perilaku menyimpang atau pelanggaran etika," tutur Hengki.

Hengki turut menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut yang berdampak pada ketidaknyamanan di masyarakat.

Dia memastikan, pihaknya akan terus memantau perilaku pegawainya dan terus mengingatkan untuk mengedepankan etika dan prinsip kehati-hatian berkaitan dengan posting-an di media sosial, terutama yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

Oknum pilot dengan inisial OGT ini sebelumnya ramai diperbincangkan atas komentarnya terhadap peristiwa bom di Surabaya.

Oxky, melalui posting-an di media sosial Facebook miliknya hanya men-shere informasi kalau bom Surabaya merupakan rekayasa dan ada aktor lain di balik para pelaku yang telah diungkap pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi PT Garuda Indonesia Tbk mengklaim jumlah gaji yang didapatkan oleh pilot-pilot lokalnya lebih besar ketimbang gaji pilot asing yang dikontraknya.

Dalam sebulan gaji pilot lokal mencapai Rp 71 juta, sementara pilot asing Rp 68,8 juta/bulan.

Hanya Men-shere Komentar Orang Lain

Oknum pilot dengan inisial Oxky ini sebelumnya ramai diperbincangkan atas komentarnya terhadap peristiwa bom di Surabaya.

Oxky, melalui posting-an di media sosial Facebook miliknya, menilai bom Surabaya merupakan rekayasa dan ada aktor lain di balik para pelaku yang telah diungkap pihak kepolisian.

Selain postingannya, juga menulis komentar "dudududuuuuu" pada postingan status facebook Sofyan.

Sofyan menyebut keluarga Dita, pelaku bom bunuh diri di Surabaya, sebagai korban.

Berikut status Sofyan yang dibagikan dan dikomentari oleh OGT: "Terkuak sudah kebenarannya, media asing lebih jujur daripada media lokal sendiri. Pelaku bom bunuh diri ternyata tidak pernah ke Syuria, dan pelaku ini dijebak diminta mengantarkan paket ke 3 gereja disurabaya, supaya lebih cepat sampai ke 3 lokasi karena akan dipakai oleh para jemaat gereja yg akan beribadah di hari minggu itu. Maka anaknya si ibu ini jga ikut mengantar ke lokasi yg berbeda, tpi ternyata dari belakang ada algojo yg sudah siap memencet remot kontrol utk meledakkan bom di lokasi2 tersebut, begitu pula Bom yg meledak di Mapolres Surabaya, yg membawa Bom adalah seorang tukan ojek yg diminta membawa paket ke Mapolres tersebut dengan upah 100rbu. Sungguh cara yang BIA*** hanya demi Hausnya kekuasaan, Muslim yg menjadi kambing hitam."

"Cuma Ingatin buat @indonesiaGaruda soal postingan Pilotnya yg membela aksi teror jika masih tidak diambil tindakan oleh managemen siap2 sepi penumpangnya karena sudah viral takut spt kasus Malaysia Airlines," twit @kurawa.

Selain di Twitter, status OGT juga ramai di Facebook.

Salah satu pengguna akun Facebook Jennifer Maroon ikut mengomentari soal komentar OGT ini:

"Dear manajemen Garuda Indonesia.. Benarkah ini salah satu pilot anda yang bernama OGT yang share muatan pro terorisme di medsosnya? (sblm dinon-aktifkan). Saya jadi waswas bila Garuda mempekerjakan seorang pilot Garuda dengan paradigma seperti ini."