Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Sering Takut dan Bingung? Ayo Dawamkan Surat Ini

Setiap surat dalam alquran begitu istimewa dan memiliki keutamaan. Membacanya tidak hanya mendatangkan pahala dan keberkahan, namun juga menimbulkan ketenangan. Surat berikut ini juga memiliki kelebihan, salah satunya adalah sebagai perlindungan.

Sering Takut dan Bingung? Ayo Dawamkan Surat Ini

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW selalu membaca surat ini sebagai perlindungan dari kejahatan manusia dan setan. Diantara kita juga mungkin sering merasa ketakutan dan kebingungan. Ada yang menghilangkannya dengan membaca Alquran, namun ada pula yang justru membawa benda-benda menyesatkan.

Jika Rasulullah SAW saja membacanya, tentu kita sebagai umatnya perlu untuk mengikutinya. Surat tersebut bernama al–Mu’awwidzatain. Namanya memang tidak familiar, namun sebagian besar Umat Islam hapal dengan surat ini. Seperti apa?Berikut ulasannya.

Surat al–Mu’awwidzatain adalah Surat al-Falaq dan surat an-Nas. Surat ini memiliki kedudukan yang tinggi di dalam Alquran. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Tahukah engkau ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini, tidak pernah ada yang menyerupainya sama sekali? Kemudian beliau mengatakan: Qul a’uudzu birabbil falaq Dan Qul A'udzu Birabbinnas.” (HR. Muslim)

Selain itu, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu hadits berikut,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari mata jahat jin dan manusia. Ketika turun al–Mu’awwidzatain, beliau memakainya dan meninggalkan yang lain.

Nabi SAW selalu membacanya setiap usai menjalankan shalat wajib. Selain itu, Beliau juga membaca surat ini setiap kali akan beranjak tidur untuk menghindari gangguan jin saat terlelap.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan saya untuk membaca al–Mu’awwidzat tiap selesai shalat.” (HR. Abu Dawud)

“Wahai ‘Uqbah, bacalah keduanya setiap kamu tidur dan bangun. Tidaklah seseorang bisa meminta atau berlindung dengan seperti keduanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Khuzaimah)