Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Waspadalah dengan Tujuh Pencuri Yang Bergentayangan di Bulan Ramadhan

Berikut beberapa pencuri di bulan Ramadhan yang kita biarkan berkeliaran di hidup kita:

Waspadalah dengan Tujuh Pencuri Yang Bergentayangan di Bulan Ramadhan

1. TV, ini merupakan pencuri yang berbahaya, yang bisa merusak puasa orang-orang dan mengurangi pahala mereka berupa film sinetron dan iklan murahan.

2. Pasar, juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Maka tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.

3. Begadang, pencuri yang mengambil waktu yang paling berharga, pencuri yang mengambil salat tahajjud dari seorang hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan tuk istighfar serta taubat.

4. Dapur, merupakan pencuri yang banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan berupa makanan dan minuman, hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut kecuali sejenak saja.

5. HP, sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk, iapun diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasia, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalahan mulut yang banyak yang juga merupakan majlis yang kosong dari zikir.

6. Kikir, sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadan maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.

7. Majelis yang kosong dari mengingat Allah. Pencuri ini adalah yang mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat, semoga Allah melindungi kita semua.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah suatu kaum bermajelis, tidak mengingat Allah padanya, tidak juga berselawat kepada Nabi mereka, kecuali mereka meninggalkan penyesalan, bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, atau Allah akan mengampuni mereka bila Allah kehendaki.

Dan "at tirah" adalah penyesalan. Maka lakukanlah amalan sesuai yang Allah perintahkan. "Ingatlah Allah, baik berdiri, duduk atau berbaring"

Dalam menyambut tamu yang berharga ini (Ramadan). Aku wasiatkan diriku dan kelalaian untuk bersiap-siap menyambut bulan mulia ini; kalaulah anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu kamu dapatkan pada tahun yang akan datang. [Ustaz Zainal Abidin]