Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Miris, Takut Corona, Korban Kecelakaan Ini Meninggal Dunia karena Terlambat Ditolong

Miris, Takut Corona, Korban Kecelakaan Ini Meninggal Dunia karena Terlambat Ditolong


Miris! Lagi-lagi, Corona menjadi alasan seseorang untuk tidak perduli terhadap sesama.

Ya, besarnya rasa takut akan tertular wabah yang diduga berasal dari Kota Wuhan, China ini menyebabkan kehilangan jiwa sosial masyarakat Indonesia.

Padahal, sejak dulu, penduduk Indonesia dikenal sebagai orang yang ramah dan suka tolong menolong.

Tapi sejak mewabahnya virus tersebut, image tersebut seolah sirna.

Baru-baru ini nyawa seorang pengendara sepeda motor Vario H 3992 UU di Kendal, Jawa Tengah, sampai tak tertolong.

Almarhumah bernama Solikhatun, warga Dusun Sijaro, Desa Tururejo Brangsong, Kendal yang diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian usai kecelakaan.

Korban yang tergeletak usai bertabrakan dengan dua sepeda motor lainnya tidak segera ditolong polisi dan warga.

Pasalnya polisi yang melakukan pengamanan jalan, tidak mengenakan alat pelindung diri dan menunggu petugas kesehatan.

Sementara Ida Nurafni pengedara Scoopy G 3923 JV sempat pingsan, dan mendapat pertolongan setelah ambulans datang di lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi Aris Zika kecelakaan bermula saat kendaraan yang semua meluncur dari arah barat itu tiba di depan SMK Negeri 4 Kendal besenggolan hingga jatuh.

Pengendara Scoopy dan Vario terjatuh di tengah jalan. Karena saat itu arus lalu lintas padat, dari arah yang sama sepeda motor yang tidak di ketahui nopolnya menghindari korban hingga masuk ke sawah.

Sedangkan pengendara Vario meninggal dunia di lokasi kejadian karena lambatnya penaganan medis. "Mungkin warga atau polisi di lokasi takut untuk menolong korban karena tidak memakai alat pelindung diri," ujar salah seorang saksi mata.