Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

TKA Masuk Indonesia, Luhut: Mereka Tidak Akan Menjajah

TKA Masuk Indonesia, Luhut: Mereka Tidak Akan Menjajah


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan peran tenaga kerja asing (TKA) dari Cina yang akan masuk ke Indonesia dan bekerja di kawasan Sulawesi Tenggara.

Menurut Luhut, para tenaga asing ini akan menggarap pelbagai pekerjaan yang sebelumnya tidak bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal, seperti merakit mesin-mesin canggih.

"Tidak benar pendapat yang mengatakan TKA akan menjajah kita. Tidak seperti itu. Tidak ada pikiran seperti itu sama sekali. Mereka melakukan hal yang kita belum bisa lakukan," ujar Luhut saat meninjau industri aluminia di Bintan seperti yang tertulis dalam keterangan resmi, Jumat, 3 Juli 2020.

Luhut menjelaskan, tenaga kerja asing ini hanya akan melakukan transfer teknologi kepada pekerja Indonesia. Dengan begitu, fungsi-fungsi yang dijalankan oleh tenaga asing pun tetap melibatkan pekerja dalam negeri agar industri di Tanah Air dapat melakukan lompatan-lompatan.

Kendati begitu, tutur Luhut, tenaga kerja asing tidak bakal selamanya bekerja di kawasan industri tersebut. Ia menyebut, saat ini Gubernur Sulawesi Tenggara telah menyiapkan sekolah Politenik untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan industri.

Sebelumnya, 500 TKA asal Cina akan kembali masuk ke Sulawesi Tenggara di tengah pandemi. Para pekerja ini sudah diberi rekomendasi oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, dua pekan lalu menjelaskan kehadiran para pekerja asal Negeri Tirai Bambu itu juga sudah sesuai dengan regulasi pembatasan TKA selama masa Covid-19.

"Misalnya, persyaratan kesehatan seperti karantina di negara dan wilayah ketiga dan karantina di Indonesia, dan persyaratan lainnya," ujar Jodi. Ia menyebut kehadiran para pekerja asing ini bisa menggenjot proyek strategis nasional agar cepat kelar.

Sejalan dengan masalah ini, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi juga telah mengizinkan kembali masuknya 500 TKA Cina tersebut meski sempat menolak. Ali mengatakan pemda merestui kembali datangnya para TKA lantaran telah sesuai dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan secara ketat.