Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Astagfirullah, Pak Kades Peluk Mesra Tubuh Istri Pak Kadus dari Belakang, Videonya Viral di Media Sosial

Astagfirullah, Pak Kades Peluk Mesra Tubuh Istri Pak Kadus dari Belakang, Videonya Viral di Media Sosial


Video Kepala Kampung Kuto Winangun, Sendang Agung, Lampung Tengah berpelukan mesra dengan Kasi Pemerintahannya, yang juga isteri salah satu kepala dusunnya, viral di media sosial, dalam dua hari terakhir ini.

Video berdurasi 57 detik itu direkam dengan kamera sang kepala kampung, Ruslan, yang sudah 2 kali menjabat di sana.

Mereka hanya berdua di room sebuah karaoke di Pringsewu tersebut, menyanyikan lagu dangdut.

Siang itu, Senin 3 Agustus 2020, Ruslan dan Kasi Pemerintahannya, Nurjanah, berangkat ke Metro mengurus NPWP.

Pulang dari sana, mereka singgah di Pringsewu.

Saat karaoke, isteri salah satu kepala dusunnya di Kuto Winangun, ia peluk habis dari belakang.

Video tersebut beredar di media sosial sejak Rabu, 5 Agustus 2020.

Unggahan video tersebut kini telah dihapus (di-delete), namun warga kampung Kuto Winangun telah sempat men-“screenshoot” unggahan tersebut, Bahkan ada juga yang mendownload.

Lihat videonya dibawah ini:



Warga pun langsung heboh. Kasus Kades yang mengajak bawahannya yang sudah beristri itu ke tempat karoke sambil peluk-pelukan kini jadi pembicaraan warga.

Ruslan kepala kampung Kuto Winangun yang menjabat dua periode di kecamatan Sendang Agung kabupaten Lampung Tengah menggunggah perbuatan yang tidak terpuji bersama pasangannya Nurjanah, Senin (3-8-2020).

Diketahui Nurjanah kasi pemerintahan kampung yang merupakan ibu rumah tangga istri dari Darno kepala dusun (kadus-bayan) di kampung Kuto Winangun.

Menanggapi video ini, saat dikonfirmasi wartawan,kepala desa Kutowinangun ruslan mengatakan tidak mengetahui soal menyebarnya video tersebut. bahkan,dirinya juga mengaku bahwa didalam video bersama wanita bersuami tersebut bukanlah dirinya.

Kemudian, ia juga beralasan bahwa fesbuknya saat ini telah dibajak orang lain, sehingga ia merasa bahwa dirinya justru menjadi korban. (Holidi)