Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML Atas

Bocah SD Ini Rela Jalan Kaki 6 Jam Tiap Hari demi Sekolah, Kisahnya Bikin Haru

Bocah SD Ini Rela Jalan Kaki 6 Jam Tiap Hari demi Sekolah, Kisahnya Bikin Haru


Mendapatkan pendidikan yang layak seharusnya sudah menjadi hak bagi setiap warga negara Indonesia. Namun nyatanya, di zaman yang makin berkembang seperti saat ini, masih banyak anak-anak di Tanah Air yang kesulitan dalam mendapatkan akses pendidikan.

Seperti yang dialami oleh bocah bernama Marianta yang tinggal di pelosok Desa Banutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Setiap harinya Ia rela menempuh waktu 6 jam dari rumah hanya demi bisa bersekolah.

Baru-baru ini, kisah perjuangan Marianta dibagikan oleh akun Facebook ATAP Nusantara pada Senin (10/8) dan ramai dibicarakan warganet.

Jalan Kaki Lima hingga Enam Jam Setiap Hari

bocah sd ini rela jalan kaki 5 jam tiap hari demi sekolah kisahnya bikin haru

Saat ini, Marianta masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Rumahnya yang berada jauh dari sekolah membuatnya sangat kesulitan.

Setiap hari, Ia harus berjalan kaki selama lima hingga enam jam demi bisa sekolah. Marianta harus berjalan melewati perladangan dan jalan kampung karena tidak punya kendaraan.

Rela Bajunya Basah Diguyur Hujan

Hal ini karena kondisi perekonomian orangtuanya yang kurang mampu. Bahkan saat musim hujan, Ia harus rela bajunya basah dan kotor karena diguyur hujan saat berjalan ke sekolah.

Pada unggahan tersebut, diceritakan, Marianta tengah menghadapi ujian pemantapan. Ia harus berjalan melewati perbukitan agar tidak terlambat sampai sekolah.

"Lihatlah perjuangan anak ini untuk sekolah. Besok dia dan anak kelas 6 Ujian Pemantapan. Namun karena sekolahnya sangat jauh dan harus melewati perbukitan, anak ini harus ke sekolah hari ini karena takut besok terlambat sampai sekolah," tulis pemilik akun Facebook ATAP Nusantara.

Menginap di Rumah Teman Sambil Membawa Bekal

Biasanya, Marianta mulai berjalan menuju ke sekolah tiap subuh. Agar tidak terlambat mengikuti ujian pemantapan, Marianta terpaksa menginap di rumah temannya.

Malangnya, orangtua teman yang akan menampungnya menginap juga mempunyai masalah perekonomian. Ia pun harus membawa jagung untuk bekalnya selama menumpang di rumah tersebut.

"Demi bisa mengikuti ujian pemantapan besok, Marianta dan 2 temannya hari ini ke sekolah dan akan menumpang di rumah warga. Marianta membawa bekal jagung kiloan yang nantinya akan dia masak buat di makan, sementara jagung yg masih utuh akan di goreng pake lauk," tulis akun tersebut.

Komentar Warganet

Perjuangan Marianta untuk bersekolah ini langsung membuat hati para warganet tersentuh. Terlihat di kolom komentar, banyak warganet yang menyemangati Marianta dan mendoakan agar kelak Ia bisa menjadi orang yang sukses.

"Allahuakbar kaki, hati dan jalan yg kmu lewati jadi saksi bisumu menuntut ilmu dek... . Tetep semangat, Tuhan nggak tidur dek.", tulis akun @fitri_laila3.

"Yakin saja semua usahamu membuahkan hasil. Sukses yaa dunia dan akhirat aamiin," tulis akun @hildasaras.